Setelah membicarakan proses pembuatan dari bahan baku tumbuhan Indonesia yaitu Biodiesel yang dibuat dari minyak tumbuhan, maka cerita proses pembuatan akan saya lanjutkan dengan proses pembuatan dengan bahan baku mineral.
Indonesia cukup mempunyai kapasitas untuk mengembangkan salah satu Sumber Daya Alamnya yaitu pasir silika. Selama ini, pasir silika masih terbatas pemanfaatannya untuk produk bernilai ekonomi sedang dan rendah seperti keramik lantai/dinding, Float Glass (Kaca lembaran; untuk jendela dan mobil), Container Glass (botol minuman, gelas minuman dll).
Sedangkan pasir silika ini bisa dikonversi menjadi produk bernilai tinggi yaitu Polysilicon yang bisa digunaan untuk semikonduktor mikroelektronik dan sel surya monocrystalline/polycrystalline.
Sampai saat ini, jenis sel surya ada dua macam yaitu crystalline dan thin film/film tipis dimana efisiensi dari crystalline masih lebih tinggi dibandingkan thin film. Berikut saya ceritakan proses pembuatannya.
Pembuatan Sel Surya Multicrystalline
Bahan baku utama (substrate) adalah wafer polysilicon. Wafer inilah yang dibuat dari pasir silika. Silahkan simak proses pembuatan wafer di Proses pembuatan wafer pada postingan yang lain.
Penjelasan proses diatas:
- Etch: Proses penghalusan wafer akibat proses pemotongan
- P-diffusion: Pembetukan p-n junction dengan difusi Posfor
- PSG-Etch: Proses penghalusan lapisan gelas posfor
- AR-Coating: Anti Refelctive Coating, ini dimaksudkan agar sinar matahari dapat terserap sepenuhnya
- Contacts: Untuk metalisasi/memperkuat struktur permukaan atas dan bawah
- Edge Insulation: Pemotongan kedua sisi sel
Pembuatan sel surya thin films
Thin film solar cell ada 3 jenis yaitu:
- CIGS (eff max 18.4 %), Copper indium gallium diselenide (CIGS) alloy cells: dapat dideposisikan pada kaca maupun stainless steel.
- CdTe (16.5 %), Cadmium telluride: lebih murah daripada silikon
- a-Si (9.5 %), Amorphous silicon: efisiensi rendah, dapat dideposisikan ke berbagai macam substrate seperti stainless steel dan kaca, kurang stabil
Saah satu contoh pembuatannya:
Ini adalah proses pembuatan sel surya jenis film tipis dengan bahan CdTe (Cadmium Telluride) yang dideposisikan pada kaca sebagai substrate.
Indonesia berpeluang mengembangkan teknologi sel surya thin film karena disini sudah ada beberapa pabrik Float Glass seperti PT Muliaglass dn PT Asahimas Flat Glass Tbk. Sedangkan untuk memproduksi Multicrystalline Solar Cells, kita terkendala masalah import wafer.
Bagaimana? Anda tertarik untuk mendirikan pabrik sel surya??
Proses terkait: Pembuatan Wafer

2 comments:
ada tenang ntar tungguin aja.. pabrik gw bakal jadi pabrik solar cell pertama di indonesia.. and then solar cell bakal jadi murah deh..
hehe pabrik kami maksudnya.. :D
Meridian Solar Displays. Kmaren2 namanya masih LG Philips Displays..
Post a Comment